orang gila, tukang becak, tukang gorengan dan pemulung

hari ini saya mungkin belajar banyak dari seorang gila, tukang becak, tukang gorengan bahkan pemulung sampah. Saya, seorang mahasiswi semester akhir universitas negeri di Bandung mungkin bisa dikatakan seorang dari keluarga yang berkecukupan, keluarga yang sedikit bahagia dan tidak begitu memusingkan soal keuangan untuk masalah pendidikan.

Dimulai dari orang gila yang saya temukan di halte kampus saya, ya.. awalnya saya sungguh tidak megira bahwa orang tersebut tidak waras sampai akhirnya saya sadar bahwa kelakuannya sangat aneh. Sayapun menyimpulkan dia adalah seorang gila yang mungkin baru beberapa hari gila. Dalam hati saya berucap “Ya Tuhan, kasihan sekali.. apa yang membuatnya seperti itu?pria itu sungguh kasihan Tuhanku… bisakah Engkau menyembuhkannya sehingga ia tidak menderita sseperti itu?” mungkin dia memiliki banyak sekali hal yang dipikirkan sehingga membuat dia tidak tahan lagi untuk berfikir atau menyelesaikan masalahnya.. jangan biarkan saya seperti itu Tuhanku…

Ditengah perjalanan saya melihat tukang becak yang menggoes becaknya untuk mengantarkan penumpang ke tempat tujuan. Miris sekali kawan, sangat sedih melihat bapak tua itu dengan keriput yang sudah menyelimuti tubuhnya.. dengan warna kulit yang kecoklatan karena terbakar matahari.. dengan baju seadanya yang dipakai.. dengan sandal jepit yang sudah kotor.. dengan keringat yang mengucur.. dengan wajah yang nestapa.. dengan bibir yang menahan duka atau mungkin kesedihan… dia mengorbankan dirinya yang seharusnya beristirahat di rumahnya karena sudah tua, namun ia tetap terus bekerja demi menghidupi dirinya dan keluarganya..

Tuhan, saya sungguh sadar betapa besar pengorbanan untuk mencari sesuap nasi… Tuhan, saya tidak dapat membayangkan apabila ayah saya yang berada di posisi itu.. Tuhan,, saya pun tidak dapat membayangkan apabila saya adalah salah satu keluarganya.. Sungguh besar nikmatmu untuk hambamu yang mungkin tidak tahu artinya balas budi terhadapMu.. Tuhan, Terimakasih.. atas nikmat yang besar sekali kau berikan pada saya dan keluara saya..

Pelajaran ketiga saya dapatkan dari seorang tukang gorengan yang berada di pinggir jalan.. seorang bapak tua, mungkin bisa di panggil kakek. Sama seperti tukang becak tersebut.. pakaian yang lusuh, wajah yang sudah banyak kerutan yang terlihat  menyimpan berjuta masalah dihidupnya.. Allah… tiada lagi kata yang harus diucapkan selain Terimakasihku padaMu.. atas nikmat yang mungkin berjuta kali lebih banyak dibanding orang gila, tukang becak dan tukang gorengan. Kalau boleh saya meminta, muliakanlah kakek tua itu ya Rabb.. lunturkanlah masalah yang dideritanya.

Pelajaran terakhir di hari ini adalah dari seorang pemulung tua.. sama saja mungkin cerita yang saya ceritakan seperti pada tukang becak dan tukang gorengan..
Lalu dalam hati saya berucap “ALHAMDULILLAH”

yaAllah.. sungguh banyak nikmat yang Engkau berikan kepadaku.. pantaskah aku meminta lebih? Pantaskah aku masih selalu merasa kekurangan?? Pantaskah aku sedih apabila keinginanku tidak dituruti oleh orangtuaku??
Allah.. mungkin hari ini engkau kirimkan pelajaran yang berharga kepadaku agar aku bisa berfikir.. agar aku menjadi pribadi yang baik.. agar aku selalu bersyukur kepadaMu..
Allahku… terimakasih atas semua nikmatMu.. terimakasih ya Rabb..

Comments

Popular Posts